Kamis, 23 September 2010

Tahta Untuk Sang Putri

Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President & CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bisnisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?

Kini usianya sudah berkepala tujuh dan penyakit-penyakit tua sudah mulai menggerogoti dirinya. Ia tahu sebentar lagi dirinya akan mengikuti jejak nenek-moyangnya menuju lorong hidup manusia fana.

Anaknya tiga orang. Si sulung amat cerdas, meraih MSc. dan MBA luar negeri, ia berselera canggih, senang glamour, ambisius, dan punya pergaulan yang luas di kalangan jet set. Cuma si ayah cukup khawatir karena si sulung ini punya bakat bercumbu dengan bahaya seperti (konon) keluarga Kennedy. Naluri jdinya gede, dan niat curangnya pun cukup kuat. Singkatnya, ia cerdas, kreatif, namun lihai dan licin.

Si tengah, lebih hebat lagi. Bergelar PhD. bidang kimia dari universitas beken di Amerika, ia lulus dengan predikat magna cum laude. Papernya bertebaran di jurnal-jurnal internasional. Bangga sekali hati si ayah yang cuma lulus SMP zaman Jepang. Dia dosen dan peneliti. Dan di perusahaan ayahnya dia menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengembangan. Tetapi menjadi CEO, ia terlalu akademis. Kurang cocok dengan bisnis mereka yang kini berspektrum sangat lebar.

Si bungsu, satu-satunya perempuan, cuma lulus S1 dalam negeri.

Meskipun sejak lima tahun terakhir ia bergabung dengan usaha ayahnya sebagai Direktur Grup Konsumer, tetapi ia memulai karirnya di perusahaan asing sebagai wiraniaga (marketing executive). Ia merangkak dari bawah hingga 15 tahun kemudian bisa mencapai posisi General Manager. Otaknya kalah brilian dbanding kedua kakaknya.

Meskipun cenderung hemat berkata-kata, namun ia menunjukkan bakat memimpin yang baik. Ia mampu mendengar dengan intens. Berbagai pendapat dan gagasan bisa diolahnya dengan dalam.

Gaya hidupnya biasa saja. Ia disenangi sekaligus disegani orang karena sikapnya yang fair, jujur, dan mampu merakyat dengan para bawahannya.

Nah, jika Anda adalah konsultan independen, siapakah pilih an Anda menggantikan sang patriarch menjadi President & CEO? Saya bertaruh, sebagian besar Anda akan menominasikan si bungsu. Dan si ayah juga demikian. Masalah ini menjadi pelik, karena menurut adat-istiadat, si sulunglah pewaris takhta. Dan, ia sangat berambisi untuk itu. Sedang si bungsu, selain paling buncit, perempuan lagi. Jadi ia kalah status, gelar dan gender. Bagaimana jalan keluarnya? Konsultan angkat tangan. Rujukan buku teks tidak ada. Sang patriarch akhirnya hanya bisa mengandalkan wibawa dan hikmatnya sebagai ayah.

Lalu dipanggilnya ketiga anaknya. Dibentangkannya persoalan secara gamblang. Diuraikannya plus-minus setiap anaknya. Dianalisisnya kemungkinan sukses masing-masing memimpin grup usaha itu menuju milenium ketiga. Dialog pun dimulai. Dan si ayah segera maklum, dead lock akan terjadi. “Sudahlah, aku akan memutuskan sendiri siapa penggantiku,” kata orangtua itu akhirnya. Ketiganya takzim menurut. Seminggu kemudian, si ayah datang dengan sebuah ujian. “Barangsiapa bisa mengisi ruang ini sepenuh-penuhnya, maka dialah penggantiku,” katanya sambil menunjuk ruang rapat yang cuma terisi empat kursi dan sebuah meja bundar. “Budget maksimum Rp1 juta,” tambahnya lagi.

Kesempatan pertama jatuh pada si sulung. Enteng, pikirnya. Besoknya, dipenuhinya ruangan itu dengan cacahan kertas berkarung-karung. Dan memang ruangan itu menjadi padat. “Bagus, besok giliranmu,” kata si ayah kepada anak keduanya.

Duapuluh empat jam kemudian, ruangan itu pun dipenuhinya dengan butiran styro- foam yang diperolehnya dengan menghancurkan bekas-bekas packaging. “Oke, besok giliranmu,” kata sang patriarch menunjuk putrinya.

Esoknya, ketika acara inspeksi dimulai, ternyata ruangan masih kosong. “Lho, kok kosong?” tanya ketiganya hampir serempak. Sang putri diam saja. Dimatikannya saklar lampu. Dari sakunya dia keluarkan sebatang lilin. Ditaruhnya di atas meja. Lalu disulutnya dengan sebatang korek api. “Lihat, ruangan ini penuh dengan terang. Silahkan dinilai, apakah ada celah kosong tak tersinari,” katanya kalem. Tak terbantah siapa pun, dia dinyatakan menang dan sang putri pun berhak menduduki kursi tertinggi. Problem solved.

Kualitas yang ditunjukkan sang ayah dan putrinya adalah apa yang saya sebut sebagai hikmat. Ciri utama orang berhikmat (wise person) ialah kemampuan memecahkan masalah secara genuine dan memuaskan. Ini selaras dengan Jerry Pino yang merumuskan hikmat sebagai kemampuan membuat the best decision at any given situation.

Pintar, di pihak lain, adalah kemampuan mencerna dan mengolah informasi secara cepat. Ciri-cirinya, rasional, metodik, linier, dan analitik. Kepintaran umumnya diperoleh dengan olah otak sampai botak.

Dari dulu botak memang ciri orang pintar. Tetapi hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Jarang kita sadari, hati kita sebenarnya bisa berpikir. Dalam tradisi literatur kuno, terutama kitab-kitab suci, hati adalah lokasi kebijaksanaan, hikmat dan kepandaian. Lebih spesifik, hati adalah access point kita kepada the higher knowledge, yakni kepada Tuhan sendiri. Dalam arti ini, orang bijak selalu berkonotasi orang alim dan saleh.

Kini, ketika rasionalisme warisan Descartes dan Immanuel Kant menjadi panglima, kebijaksanaan yang berasal dari hati (nurani atau suara hati) cenderung dinomorduakan. Yang utama adalah kepala. Dunia politik, bisnis dan kemasyarakatan kita kemudian didominasi oleh para pakar dan teknokrat bergelar master, doktor, dan profesor.



Sumber Facebook Cahala Lilin Kecil

Selasa, 21 September 2010

Hal Kerajaan Allah itu Seumpama Internet

Yesus biasa menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan hal-hal yang rumit. Sebagian diantaranya adalah tentang “Kerajaan Allah”. Tentu saja Kerajaan Allah itu sesuatu yang amat penting. Tetapi, sebagian perumpamaan yang digunakan Yesus telah berkurang pengaruhnya dalam abad modern ini. Jadi kita memerlukan perumpamaan-perumpamaan baru yang sesuai dengan kehidupan modern. Salah satunya adalah Internet.

Sebagian besar orang pasti pernah mendengar tentang Internet. Demikian juga sebagian besar orang Kristen pasti pernah mendengar tentang “Kerajaan Allah”. Namun demikian, banyak orang yang tidak tahu bahwa Kerajaan Allah dan Internet mempunyai banyak persamaan. Jika kalian tahu apa itu Internet kalian dapat mempergunakan apa yang kalian ketahui itu untuk lebih mengenal Kerajaan Allah. Dalam tulisan berikut ini, kita akan menjelajahi Allah-Net, yaitu Kerajaan Allah dalam istilah modern.

INTERNET - CARA KERJANYA

World Wide Web (www) bukanlah Internet. Internet ada terlebih dahulu. Kisahnya berawal pada sekitar tahun 1960-an. Dinas Militer Amerika Serikat ingin menemukan suatu cara untuk menghubungkan semua komputernya. Mereka dapat melakukannya dengan kabel dan saluran telepon, tetapi mereka khawatir bahwa jika terjadi serangan, maka seluruhnya akan hancur berantakan. Jadi, mereka mencurahkan banyak dana kepada tiga universitas, yaitu: Stanford dan UCLA di California serta Universitas Utah. Mereka berhasil mengembangkan suatu sistem yang disebut “ARPANET”, yang merupakan singkatan dari "Advanced Research Projects Agency Network". Para ilmuwan sangat menyukai ARPANET ini, sehingga mereka pun minta ijin diperbolehkan ikut ambil bagian dalam net. Mereka memasang tulisan-tulisan mereka seperti kalian memasang tulisan-tulisan kalian di papan pengumuman. Pada akhirnya banyak orang lain yang juga tertarik dan mereka mengembangkan sistem INTERNET untuk masyarakat umum.

Sekarang ini sebagian besar orang memperoleh hubungan Internet melalui berbagai macam kabel: telepon, fiber optics, kabel rumah, dsbnya. Satelit ruang angkasa dan radio juga dipergunakan. Tidak peduli bagaimana caranya kamu “on line”, bagian dari hubungan tersebut pasti terdiri dari sebuah komputer dan kabel. Kalian dapat segera menggabungkan diri dengan orang-orang dari seluruh dunia dalam suatu komunikasi massal melalui chatting (ngobrol), mendapatkan program-program komputer yang berguna, main komputer dengan orang-orang lain, atau memperoleh Bantuan Teknis (yah, kadang-kadang!). Kalian dapat memperoleh informasi mengenai hal apa saja yang kalian butuhkan. Namun demikian, kalian tetap saja membutuhkan sebuah komputer dan kabel, atau setidak-tidaknya akses sambungan telepon. Dengan kata lain, komputer dan telepon memainkan peranan yang amat penting. Jadi, bisa saja kalian mengalami gangguan bahkan kehilangan sambungan sama sekali.

Sekarang, seandainya saja kalian dapat melakukan semua hal tersebut di atas tanpa harus memiliki komputer atau sambungan telepon. Bagaimana jika kalian dapat menghubungi siapa saja, di mana saja serta kapan saja kalian memerlukan seseorang untuk berbicara atau seseorang untuk menolong kalian?

KERAJAAN ALLAH - CARA KERJANYA

Semuanya itu bisa kalian peroleh dalam Kerajaan Allah. Kalian bisa menjadi bagian dari suatu jaringan yang bebas biaya, menjangkau seluruh dunia, super cepat dan yang telah ada lama sebelum siapa pun pernah berpikir tentang Internet. Kalian dapat menyebutnya Allah-net! Allah-net dapat melakukan segala hal yang dapat dilakukan oleh Internet dengan lebih baik, lebih cepat dan dengan daya/kekuatan yang lebih besar. Kalian tidak harus tahu bagaimana mengoperasikan sebuah komputer. Kalian tidak harus paham bahasa khusus program. Kalian tidak harus menghafalkan alamat e-mail yang panjang. Kalian bisa saja berada di tengah hutan, di dasar lautan, atau bahkan di bulan! Kalian tetap bisa "connect” (sambung). Kalian tidak perlu khawatir akan `hackers' (orang yang mengacaukan program komputer) atau virus! Bahkan, tidak ada tagihan yang harus dibayar setiap bulan!

Bermilyar-milyar orang saling dihubungkan - tanpa kabel ataupun komputer sama sekali. Roh Kudus, pribadi ketiga dalam Tritunggal yang Maha Kudus, menghubungkan kita semuanya. Kita dapat ngobrol (berdoa dan membaca Firman Tuhan), kita dapat memperoleh program-program yang berguna (Sakramen-sakramen), dan kita dapat memperoleh Bantuan Teknis yang tidak pernah mengecewakan kita (Kasih Karunia).

SIGN IN - BERGABUNG

Bagaimana kalian dapat memasuki dunia maya atau Internet? Hanya satu: KEPERCAYAAN! Ketika kalian memasuki dunia Internet, kalian sedang mempertaruhkan kepercayaan kalian. Kalian mungkin tidak yakin dengan siapa kalian berhubungan. Mungkin saja kalian chatting (ngobrol) dengan seseorang yang hendak mencelakai atau menyalahgunakan informasi yang kalian kirim. Teman ngobrol kalian bisa saja sama sekali berbeda dengan yang kalian bayangkan. Bahkan bisa terjadi kalian sedang ngobrol dengan sebuah mesin! Kadang kala satu-satunya cara untuk bisa percaya kepadanya ialah dengan mengetahui tujuannya. Apakah teman ngobrol kalian itu menanyakan informasi-informasi pribadi yang dapat digunakan untuk mencelakai atau memeras kalian? Baru-baru ini terjadi bahwa suatu website yang dianggap “aman” ternyata dapat juga dibobol oleh para “hackers”. Jadi, ketika kalian memasuki Internet, sesungguhnya kalian sedang menanggung suatu resiko. Tetapi kalian menaruh cukup kepercayaan juga untuk memberikan informasi-informasi pribadi.

Kepercayaan atau iman juga diperlukan agar dapat masuk dalam Kerajaan Allah. Ketika kalian berdoa, kalian menaruh iman kepercayaan kepada Tuhan yang tidak dapat kalian lihat ataupun kalian dengar. Ketika kalian berjanji untuk hidup sesuai dengan ajaran-ajaran Yesus, kalian percaya bahwa ajaran-ajaran tersebut berguna bagi kalian.

Bagaimana kalian bisa percaya akan Tuhan dan Kerajaan Allah? Untung sekali Tuhan mempunyai rekor yang jauh lebih bagus dari Internet. Selama beribu-ribu tahun manusia telah percaya dan beriman kepada Tuhan. Selama beribu-ribu tahun Tuhan telah mendengarkan doa dan permohonan mereka serta menolong mereka saat mereka tertimpa masalah. Selama beribu-ribu tahun ajaran-ajaran Yesus telah menunjukkan kepada umat manusia jalan cinta kasih yang bekerja luar biasa.

Bagaimana kalian dapat masuk dalam Kerajaan Allah? Iman! Terapkan hukum yang telah diajarkan Yesus: Kasihilah Tuhan Allah-mu dan Kasihilah sesamamu manusia!



Tuhan memberkati.


Sumber facebook cahaya lilin kecil

Kejujuran yang Menyelamatkan Jiwa

Di suatu desa terpencil dipinggiran kota , tinggalah seorang anak laki-laki bersama 6 saudaranya, kehidupan keluarga ini terlihat sangatlah sederhana, orang tuanya hanya seorang buruh tani, kakak dan adiknya semua masih bersekolah, sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurusi keluarga. Untuk membantu keuangan keluarganya setiap hari selepas pulang sekolah, ia pergi ke pasar untuk berjualan asongan.

Pada suatu hari saat anak ini sedang menjajakan dagangannya, tiba-tiba ia melihat sebuah bungkusan kertas koran yang cukup besar terjatuh dipinggir jalan, lalu diambilnya bungkusan tersebut, kemudian dibukanya bungkusan itu, namun betapa kaget dan terkejutnya ia, ternyata isi bungkusan tersebut berisi uang dalam nominal besar.

Tampak diraut wajahnya rasa iba dan bukan kegembiraan, ia tampak kebinggungan, karena ia yakin uang ini pasti ada yang memilikinya, pada saat itu juga anak ini langsung berinisiatif untuk mencari si pemilik bungkusan tersebut, sambil mencari-cari si pemiliknya, tiba-tiba seorang ibu dengan ditemani seorang satpam datang dengan berlinang air mata menghampiri anak kecil itu , lalu ibu ini berkata “dek, bungkusan itu milik ibu, isi bungkusan itu adalah uang”.

Uang untuk biaya rumah sakit, karena anak ibu baru saja mengalami kecelakan korban tabrak lari, saat ini anak ibu dalam keadaan kritis dan harus cepat dioperasi karena terjadi pendarahan otak, kalau tidak cepat ditangani ibu khawatir jiwa anak ibu tidak akan tertolong.

Pagi ini ibu baru saja menjual semua harta yang ibu miliki untuk biaya rumah sakit, Ibu sangat membutuhkan uang ini untuk menyelamatkan jiwa anak ibu.

Lalu anak kecil tersebut berkata,” benar bu, aku sedang mencari pemilik bungkusan ini, karena aku yakin pemilik bungkusan ini sangat membutuhkan. “Ini bu!, milik ibu”. setelah itu anak kecil tersebut langsung berlari pulang , sesampai dirumah ia ceritakan semua kejadian yang baru saja dialami kepada Ibu nya.

Lalu ibunya berkata , “ Benar anak ku ! “, kamu tidak boleh mengambil barang milik orang lain, walau pun itu dijalanan , karena barang itu bukan milik kita. Ibu sangat bangga pada mu nak, walau pun kita miskin , namun kamu KAYA dengan KEBAIKAN dan KEJUJURAN.

Untuk apa kita memiliki kekayaan yang melimpah, sementara kita harus mengorbankan nyawa orang lain . “Kamu sungguh anak yang baik nak” , ibu sangat bersyukur mempunyai anak seperti mu.

Hari ini ibu percaya, kamu sudah menyelamatkan satu jiwa melalui kebaikan dan kejujuranmu, kamu harus jaga terus kejujuranmu , karena kejujuran dapat menyelamatkan banyak orang dan kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana . “Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil”.

(“Matamu adalah pelita tubuhmu, jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi gelap. Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya.” )



Sumber facebook Cahaya Lilin Kecil