Selasa, 10 Mei 2011

Tiada Yang Abadi

Apakah engkau pernah merasakan saat-saat yang begitu pedih hingga rasanya hampir tak tertahankan……. Aku pernah, misalnya ketika badai masalah datang bertubi-tubi seperti tiada hentinya dalam hidupku. Atau ketika kehilangan seseorang yang sangat aku cintai.

Pernahkah engkau juga merasakan kebahagiaan yang begitu menyenangkan hingga rasanya ingin meloncat-loncat kegirangan bak anak kecil yang mendapat mainan baru…Aku juga pernah mengalaminya, misalnya ketika orang yang aku kasihi menyatakan bahwa dia juga mencintaiku, peduli akan diriku, atau ketika berkat tak terhingga menghampiri diriku.

Tapi kemudian apa yang terjadi ?……. Bukankah semua rasa, apakah itu duka yang paling pedih atau kebahagiaan yang paling membahagiakan sekalipun hanya sesaat kita rasakan, dan setelah itu hanya kenangan yang tersisa. Yah, sesaat itu entah berapa lama, tapi tetap hanya sesaat. Untuk apa terlalu lekat pada masalah yang tak bisa kita selesaikan? Lebih baik berusaha dan melakukan yang terbaik setelah itu lepaskan, biarkan Tuhan yang bekerja selanjutnya. Tak ada yang abadi di dunia ini.

Pesta yang paling meriah sekali pun pasti akan berlalu, demikian juga dengan badai yang paling ganas, lihatlah akhirnya hari akan kembali cerah. Semuanya pasti akan berlalu. Pada akhirnya hanyalah Tuhan yang abadi, hanya Dia yang hakiki.

Jadi untuk apa kita terlalu lekat pada satu hal, entah itu seseorang yang berarti dalam hidup kita, apa lagi benda materi, pekerjaan, kedudukan atau apa pun itu, kalau hanya sesaat saja kita nikmati….. Lebih baik kita nikmati apa yang sekarang ada tanpa terlalu melekat padanya.

Nikmati kebahagiaan, nikmati pula masalah yang datang menjelang. Karena segala sesuatu yang datang dalam hidup kita, suka duka yang silih berganti, apa pun itu, tidak ada yang kebetulan. Tuhan sudah mempunyai rencana indah atas semuanya itu, yang hanya dimaksudkan-Nya untuk mendatangkan kebaikan bagi diri kita.

Jika demikian adanya bukankah lebih baik kita mencari harta surgawi yang jelas tidak dapat dicuri dan tidak termakan oleh rayap .


Sumber Facebook

Selasa, 03 Mei 2011

Raja Hutan

Di sebuah hutan, hiduplah seekor singa, sang raja hutan, yang merasa dirinya hebat. Untuk melegalisasikan kehebatannya, maka si singa bertanya kepada sebagian penghuni hutan. Bertanyalah si singa kepada seekor gorila.

"Hai gorila, siapakah yang paling gagah di hutan ini?"
"Anda, Tuanku."

Banggalah si singa mendengar itu.

Kemudian ia bertemu dengan seekor banteng.
Diulangi lagi pertanyaan itu, "Hai, Banteng, siapakah yang paling gagah dan hebat di hutan ini?"
Banteng menjawab, "Sudah tentu Anda."

Mendengar jawaban-jawaban dari sebagian hewan yang ia temui, merasa sombonglah si singa.

Kemudian ia berjalan kembali, dan di tengah jalan ia bertemu dengan seekor gajah.
"Hai gajah, siapakah yang paling gagah dan perkasa di hutan ini?"

Gajah tidak menjawab dan di luar dugaan singa, gajah langsung menghajar: menginjak-injak dan membanting singa hingga babak belur.

Kemudian gajah berlalu meninggalkan si singa. Dengan badan yang sudah babak belur, si singa berkata kepada gajah, "Kalo nggak tau jawabannya jangan marah gitu dong! ...."

***

Hikmahnya: Sederhana saja. Cerita lucu. Cuma, coba pikirkan: kita pikir kita itu siapa, sehingga merasa berhak untuk mengukur eksistensi kita dengan "sejumlah legalisasi keunggulan" dari orang lain, hanya dari apa yang mereka ungkapkan.

Jangan lupa, ada orang lain yang bahkan tidak memahami apa yang mereka ungkapkan tentang kita, atau tentang kebaikan kita berikan kepada mereka.

Kebaikan itu bukan muncul dari argumen yang kita ungkapkan, melainkan dari aplikasinya untuk kita dan orang lain.



Sumber Facebook

Kupu-Kupu

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul dari kepompong. Orang itu duduk dan mengamati selama beberapa jam bagaimana si kupu-kupu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Ternyata, Kupu-kupu itu mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, dan sayapnya mengkerut.

Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yg mungkin akan berkembang dalam waktu. Ternyata Semuanya tak pernah terjadi. kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.

Kebaikan dan ketergesaan orang tersebut merupakan akibat dari ketidak mengertiannya bahwa kepompong yg menghambat, dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu berpindah ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga sayapnya menjadi kuat, dan siap terbang begitu memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang pejuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yg semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Akupun sering melakukan suatu hal yg aku anggap benar dan merasa apa yg kulakukan adalah baik tanpa mempertimbangkan akibat dari perbuatanku dan tanpa persetujuan terlebih dahulu. Aku sadar ternyata itu tidak benar malah apa yg kulakukan jadi membatasi dan melukai perasaan dan menimbulkan luka yg dalam. Aku tau memang salah dan semoga aku bisa belajar dari kesalahan2 yg aku buat agar bisa menjadi lebih baik...karena tidak ada yg sempurna diantara kita...yg ada adalah : kita belajar menjadi sempurna dari kesalahan2 yg telah kita buat. Maafkan aku atas kesalahan dan luka yg aku sebabkan...semoga masih ada kesempatan agar aku bisa memperbaiki kesalahanku.

Aku memohon Kekuatan ..... Dan Tuhan memberiku Kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat
Aku memohon Kebijakan ... Dan Tuhan memberiku persoalan untuk diselesaikan.
Aku memohon Kemakmuran .... Dan Tuhan memberiku Otak dan Tenaga untuk bekerja.
Aku memohon Keteguhan hati ... Dan Tuhan memberiku Bahaya untuk diatasi.
aku memohon Cinta dan Kasih sayang.... Dan Tuhan memberiku orang-orang bermasalah untuk ditolong.
Aku memohon Kemurahan/kebaikan hati.... Dan Tuhan memberiku kesempatan-kesempatan dan tantangan untuk diatasi.
Aku tidak memperoleh yg kuinginkan....... Tetapi ... Aku mendapatkan segala yang kubutuhkan.

Tuhan memberkati


Sumber Facebook