Kamis, 24 Maret 2011

Harapan 3 Batang Pohon


Suatu kali peristiwa, ada tiga pohon di atas sebuah bukit dalam sebuah hutan. Mereka sedang berbincang-bincang tentang harapan-harapan dan mimpi-mimpi mereka.

Pohon yang pertama berkata, "Suatu hari nanti aku berharap bisa menjadi sebuah kotak tempat penyimpanan harta. Aku bisa dihiasi dengan ukiran-ukiran yang rumit dan setiap orang akan melihat kecantikanku".

Kemudian pohon yang kedua berkata, "Suatu hari nanti aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan membawa para raja dan ratu mengarungi lautan sampai ke ujung-ujung bumi. Setiap orang akan merasa aman dalamku karena kekuatan dari tubuhku".

Akhirnya pohon yang ketiga berkata, "Aku ingin tumbuh menjadi pohon yg tertinggi dan terkuat dihutan ini. Orang akan memandangku dari atas puncak bukit dan dapat melihat carang-carangku. Kalau orang berpikir tentang surga dan Allah betapa dekatnya jangkauanku ke sana. Aku akan menjadi pohon yang terbesar di sepanjang waktu dan orang akan mengingat aku senantiasa".

Setelah beberapa tahun berdoa mimpi mereka menjadi kenyataan, datanglah satu kelompok penebang kayu ke hutan itu.

Ketika seorang penebang kayu menghampiri pohon pertama ia berkata, "Kelihatannya pohon ini kuat sekali, aku kira ini dapat dijual kepada seorang tukang kayu", dan ia mulai menebang pohon itu. Pohon tersebut bahagia sekali karena ia tahu bahwa si tukang kayu akan menjadikannya sebuah peti penyimpan harta.

Seorg penebang kayu lainnya berkata kepada pohon yang kedua, "Kelihatannya pohon ini kuat dan aku dapat menjualnya kepada tukang pembuat kapal". Pohon tersebut bahagia karena ia tahu ia akan menjadi sebuah kapal yang besar.

Ketika seorang penebang kayu menghampiri pohon yang ketiga, pohon tersebut ketakutan karena ia tahu kalau ia sampai ditebang, maka mimpinya tidak akan menjadi kenyataan. Salah seorang penebang kayu berkata, "Aku tidak perlu sesuatu yang spesial dari pohon ini jadi aku bawa saja", dan ditebanglah pohon itu.

Ketika pohon pertama dibawa kepada tukang kayu, ia dijadikan sebuah kotak tempat makanan hewan. Ia diletakkan di sebuah kandang dan dipenuhi dengan jerami. Hal ini bukanlah seperti yang pohon tersebut doakan.

Pohon kedua dipotong-potong dan dijadikan sebuah perahu kecil pemancing ikan. Mimpinya menjadi sebuah kapal yang besar yang dapat membawa para raja berakhir sudah.

Pohon ketiga di potong-potong dalam ukuran yang besar-besar dan ditinggali begitu saja dalam kegelapan.

Tahun demi tahun berlalu dan pohon-pohon tersebut sudah lupa akan mimpi mereka. Suatu hari ada seorang pria dan wanita datang ke kandang tersebut. Si wanita melahirkan seorg bayi dan meletakkan bayi tersebut dalam kotak makanan hewan (yang dibuat dari pohon pertama) yang dipenuhi jerami. Si pria berharap mendapatkan tempat tidur untuk bayi tersebut tapi palungan itulah yang menjadi tempatnya. Pohon tersebut dapat merasakan betapa penting peristiwa tersebut dan ia telah menyimpan harta yang termulia sepanjang jaman.

Tahun-tahun berikutnya, sekelompok orang berada dalam sebuah perahu pemancing ikan dibuat dari pohon yang kedua. Salah seorang dari mereka sedang kelelahan dan akhirnya tertidur. Ketika mereka ada ditengah-tengah laut, gelombang besar melanda mereka dan pohon tersebut tidak menyangka kalau ia cukup kuat untuk menyelamatkan orang-orang yang ada dalam perahu tersebut. Orang-orang tersebut membangunkan orang yang sedang tidur itu, kemudian ia berdiri sambil berkata "Diam, tenanglah", dan gelombang tersebut berhenti. Kali ini pohon tersebut menyadari bahwa ia telah membawa raja diatas segala raja dalam perahunya.

Akhirnya ada seorang datang mendapatkan pohon yang ketiga. Pohon tersebut diseret sepanjang jalan dan banyak yang mengejek orang yang sedang memikul kayu tersebut. Ketika mereka sampai pada suatu tempat, orang tersebut dipakukan pada kayu tersebut dan diangkat tinggi sampai mati di atas sebuah puncak bukit. Ketika hari Minggu tiba, pohon tersebut menyadari bahwa ia cukup kuat untuk tegak berdiri diatas puncak dan berada sedekat mungkin dengan Allah karena Yesus telah disalibkan pada kayu pohon tersebut.

Ketika segala rencana tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, ingatlah selalu bahwa Allah punya rencana untuk saudara. Kalau saudara menaruh percaya padaNya, Ia akan memberi saudara karunia-karunia besar. Masing-masing pohon tersebut mendapatkan apa yang mereka ingini, cuma tidak seperti yang mereka bayangkan.


Sumber http://webosite.blogspot.com

Rabu, 16 Maret 2011

Paku & Pagar

Alkisah, disebuah kota kecil, tinggallah seorang pemuda. Ia berwajah bersih dan berkulit putih, berperawakan tinggi sedang dan memiliki harta kekayaan yang cukup banyak. Sayangnya, sikapnya tinggi hati, arogan dan suka menghasut, mau menang sendiri dan suka menyakiti perasaan orang lain. Karena tabiatnya tersebut, lama kelamaan ia mulai dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya. Merasa dirinya semakin tersingkir, pikiran pemuda ini mulai kalut. Hatinya tidak senang dan menyimpan amarah yang mendalam.

Suatu kali si Pemuda itu menemui seorang guru bijak untuk meminta nasihat atas masalah yang dialaminya. Sang guru mendengarkan seluruh "uneg-unegnya". Setelah tahu duduk permasalahannya, sang guru berkata dengan bijak, "Anakmuda, setiap kali kau berbuat jahatatau menyakiti hati orang lain, tandailah perbuatan mu ini dengan menancapkan satu paku besar di atas pagar rumah mu. Begitulah kau ulang terus sampai pagar atas rumah mu penuh dengan paku dan kemudian datang kembali padaku".

Maka, pulanglah si pemuda ini dan kemudian menjalankan perintah sang guru bijak tersebut. Sejak saat itu apabila si pemuda tersebut jahat atau menyakiti hati orang lain, ia tancapkan satu paku di atas rumahnya. Selang beberapa bulan kemudian, pagar rumahnya telah di penuhi dengan tancapan paku. Tetapi perubahan situasi yang di harapkan tidak terjadi. Orang-orang masih tidak mau berhubungan dengannya. Ia semakin marah, hatinya semakin tidak bahagia. Ia tidak paham akan nasehat sang guru.

Si pemuda ini kembali mendatangi sang guru. Kedatangannya sudah diduga, berkatalah sang guru, "anak muda, pagar rumahmu pasti sudah penuh dengan tancapan paku. Sekarang cobalah sebaliknya !. Setiap kali kau urung berbuat jahat atau kau berbuat baik, cabutlah satu paku dari pagarmu....bila seluruh paku sudah tercabut, datanglah kembali.

Untuk kedua kalinya si pemuda ini menuruti perintah sang guru. Setiap kali ia urung berbuat jahat atau berbuat baik, ia cabut satu paku. ia berusaha keras mengendalikan sikap buruknya dan mengubahnya menjadi sikap yang lebih baik. Beberapa bulan kemudian, paku-paku besar yang menancap di pagarnya sudah habis tercabut. Dan tanpa disadarinya, ia sudah berubah menjadi orang yang lebih sabar , mau mengerti orang lain dan lebih bijak.

Untuk ketiga kalinya si pemuda ini kembali menemui sang guru bijak dan menceritakan semua perbuatannya. "Engkau sudah menjadi orang yang berbeda. Kau lebih sabar, mau dan mampu berbuat baik serta lebih bijak. Nah......pelajaran apa yang kau petik ?" Sang guru melanjutkan perkataannya "lihat kembali pagar rumahmu....paku-paku besar yang telah kau cabut pasti meninggalkan bekas lubang......mau ditutupi ataupun di poles tetap saja tidak akan mulus sepetri sedia kala. Renungkanlah ini dan jaga perbuatanmu.....!

Sahabat ku......

Relaitasnya dan sejujurnya.....tidak semua orang mau atau sanggup memberikan maaf yang setulusnya. Apalagi kalau kesalahan itu sangat melukai hati dan menjatuhkan harga dirinya atau menimbulkan luka batin yang mendalam. Pada situasi ini akan sulit sekali mendapatkan maaf dari orang yang tersakiti. Perbuatan buruk memang sering menimbulkan dendam yang sulit sekali dihilangkan dengan permintaan maaf. Bahkan kadang terlintas pemikiran untuk balas dendam. Kalau sudah begini, bisa runyam urusannya.

Sementara itu jikalau kita berbuat buruk atau melakukan kesalahan terhadap orang lain, kitapun harus berani mengakui kesalahan dengan tulus dan lapang dada meminta maaf. Tapi perlu kita ingat, meminta maaf saja tidak menghilangkan dosa atas kesalahan yang telah kita perbuat terhadap orang yang kita sakiti. Kerana itulah kita mengenal dampak sebab akibat atau siapa yang menabur ia akan menuai.

Seperti kata pepatah bijak : Punya satu musuh kebanyakan, punya seribu teman kekurangan. Karena itu sahabat, mesti berat mari kita berusaha agar hati dan pikiran sikap kita dan ucapan-ucapan kita menjadi lilin lilin pendamai bagi sekitar kita dan bila semua terjadi, maka kita akan menjadi TERANG DAN GARAM bagi semua orang.



Sumber Facebook Cahaya Lilin Kecil

Kamis, 10 Maret 2011

Di Saat Aku Lemah


Saat kita berkata, "Hidupku tidak berarti, tak seorangpun yang memperhatikanku."
Tuhan menjawab, "Engkau berharga di mata-Ku." ( Yesaya 43:4 )

Saat kita berkata, "Itu mustahil bagiku."
Tuhan menjawab, "Tiada yang mustahil bagi-Ku." ( Lukas 1:37 )

Saat kita berkata, "Aku terlalu lelah."
Tuhan menjawab, "Aku akan memberi kelegaan kepadamu." ( Matius 11:28-30 )

Saat kita berkata, "Tak seorangpun mengasihiku."
Tuhan menjawab, "Aku sangat mengasihimu." ( Yohanes 3:16 )

Saat kita berkata, "Aku tak sanggup."
Tuhan menjawab, "Aku Allah yang sanggup." ( 2 Korintus 9:8 )

Saat kita berkata, "Aku tak dapat memaafkan diriku sendiri."
Tuhan menjawab, "Aku menerima dan mengampunimu." ( 1 Yohanes 1:9 )

Saat kita berkata, "Aku berkekurangan."
Tuhan menjawab, "Aku akan mencukupkan segala keperluanmu." ( Filipi 4:19 )

Saat kita berkata, "Aku takut menghadapi hidup."
Tuhan menjawab, "Aku memberimu keberanian." ( 2 Timotius 1:7 )

Amin. Tuhan memberkati kita semua.



Sumber Facebook Cahaya Lilin Kecil