Senin, 11 Oktober 2010

Kisah Nyata " Kado Seorang Anak untuk Tuhan Yesus"


Matius 19:14 "Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."

"Diambil dari Kisah Nyata"

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

"Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?"

"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, "Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."

"Terima kasih, Bapa Pendeta."

"Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"

"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan... sahabatku."

Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.

*"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini.Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.

Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa..palingtidak aku tetap dapatpergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong Bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi.Tolong Tuhan.

*Oh, ya..Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini.aku rasa Engkau tahu yang ini kan....??? Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku..itulah mengapa dia memukul aku.

*Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

*Hei.ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu.Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops..aku harus pergi sekarang."

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta .

"Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!"

Kegiatan tersebut berlangsung setiaphari, Andy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Ketika mereka sedang berdoa, Andypun tiba di Gereja tersebut usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku.."

"Kurang ajar kamu, bocah!!!tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!"

Andy begitu terkejut,"Dimana Bapa Pendeta Agaton..??Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah untukNya.."

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.

"Keluar kamu, bocah!..kamu akan mendapatkannya!!!"

Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar.dan Andypun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang Pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata dating dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,"Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?"

Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata,"Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dikatakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar tersebut semakin penasaran dan takjub..

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sangat mengejutkan.

Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.

"Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal?"

"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Ucap ibu Andy terisak.

"Apa katanya?"

Ayah Andy berkata,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.

"Apa yang dikatakan?"

"Dia berkata kepada putraku.." Ujar sang Ayah. "Terima kasih buat kadonya.Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku." Dan sang ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu.aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.Tapi tolong Bapa Pendeta .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,"Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa... kecuali dengan Tuhan."

Matius 18:10"Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga".

Sahabat jadilah Seperti seorang anak yang begitu percaya kepada Bapa-nya sekalipun dia tidak melihat namun dalam Hatinya, dia mempunyai Iman yang begitu besar kepada-Nya.

GBU ALL^^v


Sumber Facebook Cahaya Lilin Kecil

Anak Katak Dan Hujan


Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. "Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?" ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

"Anakku," ucap sang induk kemudian. "Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik." jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. "Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu? " tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. "Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

"Blarrr!!!" suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. "Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!" ucapnya sambil terus memejamkan mata.

"Sabar, anakku!" ucapnya sambil terus membelai. "Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, "Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!"**

----------

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, jika TUHAN berkehendak pasti akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan.


Sumber facebook cahaya lilin kecil

Kamis, 30 September 2010

Menerima Waktu Tuhan


Keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instant adalah salah satu yang paling awal dipelajari manusia sehingga menjadi salah satu sifat alamiah manusia. Sejak masih bayi kita sudah belajar mengembangkan sifat ingin serba instant tersebut tanpa disadari. Dengan menangis apakah karena merasa lapar, pipis, merasakan tidak ada orang yang menemani dll sudah cukup untuk segera mendapat perhatian dari orang tua.

Sifat ini terbawa terus sampai ketika kita menjadi dewasa. Kita sering menginginkan agar Tuhan segera memberikan apa yang menjadi impian kita. Kita sering menginginkan agar Tuhan menjawab doa-doa kita dengan cepat, bahkan bila perlu saat selesai berdoa Tuhan sudah langsung menjawab doa kita. Kita sering menjadi tidak sabar bahkan terkadang mempertanyakan Tuhan saat doa kita belum terjawab atau impian kita belum tercapai.

Terkadang kita bahkan memiliki pikiran yang salah tentang Tuhan. Kita berharap Tuhan segera menjawab doa-doa permohonan yang telah kita naikkan dan memberikan impian agar impian kita tentang karir, bisnis, kesehatan, hubungan dan lain-lain segera tercapai, sesuai dengan waktu yang kita inginkan. Karena ternyata waktu Tuhan berbeda dengan waktu yang kita inginkan, kita tergoda untuk berfikir; apakah mungkin Tuhan sedang terlalu sibuk dengan banyak hal lain sehingga melupakan doa-doa yang telah kita naikkan atau jangan-jangan pada saat itu kita sedang tidak menjadi prioritas Tuhan.

Itu adalah pikiran yang tidak benar. Saat hal seperti itu menggoda pikiran anda, penting untuk segera membuang pikitan-pikiran tersebut, memohon pengampunan kepada Tuhan dan meminta agar diberi kekuatan untuk selalu mempercayai Tuhan. Hanya dengan cara seperti itu, anda dapat mengalahkan pikiran-pikiran yang salah tentang Tuhan yang masih menyimpan sangat banyak warisan untuk anda.

Saya teringat salah saat suatu kecelakaan lalu lintas terjadi pada satu keluarga. Saat itu satu keluarga dengan mobil Kijang baru sedang dalam perjalanan kembali dari Sumatera Utara menuju Jakarta. Saat sedang di daerah Banyuasin-Sumatera Selatan, di jalan yang agak menikung, tiba-tiba saja sebuah truk melintas dihadapan mereka dengan melaju sedikit agak ke tengah jalan. Pengemudi Kijang berusaha menghindarkan tabrakan dengan mengambil memutar setir ke bahu jalan. Tabrakan memang terhindari, namun pengemudi Kijang tidak mampu mengendalikan kendaraannya dan masuk ke jurang di sisi kiri jalan. Saat kejadian itu, dengan refleks para penumpang mobil Kijang berseru: "Tuhan Jesus". Ya hanya sebuah seruan. Melihat kondisi kendaraan yang rusak berat, akan sukar dipercaya, bahwa tidak seorang penumpang pun yang terluka. Yaaa, bahkan tidak satu goresan luka pun terjadi pada 6 orang penumpang mobil tersebut.

Kita perlu memahami bahwa ada kalanya Tuhan menjawab permohonan bahkan hanya satu seruan memanggil nama Nya, saat itu juga tanpa terlambat bahkan sedetik pun. Tidak hanya manusia yang memahami prinsip emergency, bahkan Tuhan sudah memahaminya jauh sebelum manusia diciptakan. Saya membayangkan, saat kecelakaan tersebut belum terjadi, Tuhan telah mengetahui dan melihat apa yang akan terjadi pada kendaraan yang ditumpangi anak-anakNya. Dia bahkan telah menyiapkan suatu rencana untuk menyelamatkan anak-anakNya - para penumpang dikendaraan Kijang tersebut. Namun sering pula terjadi, jawaban atas doa-doa anda atau impian anda membutuhkan waktu seminggu, sebulan, setahun bahkan sepuluh tahun kemudian, baru terwujud.

Tidak peduli sesering apa anda menaikkan doa-doa anda dan seberapa kerasnya anda berdoa, itu tidak akan mengubah waktu Tuhan. Jika anda sedang bergumul dengan suatu persoalan dan setiap jam terus memanjatkan doa yang sama, bahkan saat sebagian besar orang telah tertidur lelap dan anda masih terus berdoa untuk persoalan anda , itu tidak akan merubah waktu Tuhan. Anda perlu memahami bahwa Tuhan kita Yang Maha Tinggi adalah Pendengar Yang Terbaik. Saat anda menaikkan doa permohonan anda, saat anda memanjatkan impian anda, saat itu juga Tuhan sudah mendengar dan mengetahuinya. Bahkan saat anda belum menaikkan doa permohonan anda, Tuhan sudah mengetahui kebutuhan dan keinginan hati anda. Saya tidak sedang meremehkan anda yang sedang bergumul. Namun sekeras apapun anda sedang bergumul, penting bagi anda untuk tetap bersikap tenang, karena mempercayai segala sesuatu dalam kendali Tuhan. Pada waktunya, Tuhan pasti menjawab doa-doa anda.

Kita sering menjadi tidak sabar dan terkadang menjadi marah, merasa kecewa dan frustrasi karena menginginkan Tuhan segera menjawab doa dan permohonan kita. sehingga terus bertanya-tanya; Tuhan kapan aku mendapat promosi di kantor, kapan aku terbebas dari penyakit ini, kapan suamiku, istriku atau anak-anakku akan berubah, kapan Engkau akan mengirimkan pasangan yang Engkau telah janjikan, kapan bisnisku akan bangkit, kapan aku terlepas dari kesulitan keuangan ini dan segala pertanyaan lain. Ketahuilah, segala pertanyaan itu hanya membuktikan bahwa pada hakekatnya anda tidak memiliki iman percaya akan waktu Tuhan.

Tuhan sangat berbeda dengan mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Anda tentu sudah menaruh terlebih dahulu deposit pada rekening anda sebelum melakukan penarikan uang di mesin ATM itu. Hanya dengan menekan angka angka atau kode-kode tertentu, maka ATM tersebut akan mengeluarkan sejumlah uang atau memindahkan sejumlah uang ke rekening lain yang anda inginkan – saat itu juga!!! Sekalipun sepanjang perjalanan hidup anda, anda telah dan terus-menerus menaruh deposito rohani anda misalnya dengan cara; menolong orang miskin, bersikap dan berlaku baik terhadap semua orang, memberi makan orang yang lapar dll, itu tidak menjadi jaminan bahwa Tuhan akan menjawab doa-doa, permohonan dan impian anda, pada saat yang anda inginkan.

Saat anda memahami waktu Tuhan, anda akan dapat hidup dengan lebih santai karena mengetahui, pada saat yang tepat Tuhan pasti memberikan apa yang anda impikan. Sesungguhnya anda dapat menikmati hidup sambil menunggu waktu Tuhan karena mengetahui bahwa walaupun hari ini, atau minggu ini atau bulan ini impian anda belum menjadi kenyataan, anda mengetahui bahwa setidaknya pada hari ini anda telah semakin dekat dengan impian atau permohonan anda. Dengan cara demikian anda akan dapat merasakan dalam damai sejahtera dalam menunggu.

Anda tidak perlu menjalani kehidupan dengan kebingungan, kekuatiran atau ketakutan. Anda tidak perlu bertanya apa yang salah dengan diri anda bahkan saat doa-doa anda belum terjawab. Jangan pernah percaya bahwa Tuhan tidak bekerja. Percayalah, Tuhan sedang bekerja dan terus bekerja bahkan saat anda tidak merasakan kehadiranNya atau saat anda tidak menyadari kehadiranNya. Mungkin anda melihat seolah-olah semua pintu sedang tertutup dan anda tidak melihat ada pintu yang terbuka buat anda. Mungkin anda melihat seakan-akan tidak ada jalan keluar dari persoalan atau kesukaran yang anda alami. Anda perlu untuk terus percaya bahwa Tuhan dapat membuka pintu yang lebih besar dan lebih baik. Bahkan kalaupun benar-benar semua pintu tidak dapat dibuka, Tuhan masih mampu membukakan jendela untuk anda. Anda perlu percaya bahwa saat seolah-olah tidak ada jalan keluar dari kesukaran-kesukaran yang anda alami, tetaplah percaya bahwa Tuhan sanggup membukakan jalan. Tuhan sudah memiliki jawaban sebelum pesoalan dan kesukaran itu menghampiri anda.

Namun saat anda melihat semua pintu sedang tertutup, janganlah memaksakan untuk membukakannya sendiri. Janganlah keras kepala memaksakan keinginan anda sebab kadang-kadang Tuhan mengizinkan anda melakukan kemauan anda meski tanpa perkenananNya. Masalahnya adalah jika anda telah melakukannya dengan kekuatan anda maka anda juga yang harus melanjutkannya sampai tuntas. Sering ini akan sangat menguras energi, pikiran, emosi dan bahkan damai sejahtera dalam diri anda. Bila anda keluar dari waktu Tuhan, sesungguhnya itu berarti anda keluar dari kehendakNya. Dan saat anda keluar dari kehendakNya berarti anda sedang berjalan daam kegelapan. Saya tidak sedang mengatakan agar anda duduk-duduk dan berdiam diri saja. Akan tetapi, jika Tuhan terlibat dalam memulai sesuatu, Ia akan melakukannya sampai selesai dan anda tidak perlu terus menerus bergumul lagi.

Tuhan yang kita sembah adalah perencana terbaik. yang sangat akurat dalam melakukan perencanaan sampai kepada detail terkecil. Tuhan kita Yang Maha Tinggi adalah perencana agung yang memperhitungkan ketepatan rancangannya sampai per sekian detik. Tidak ada hal-hal terkecil yang luput dari pengamatannya. Jika selama ini anda mungkin termasuk jenis orang yang terburu-buru, yang kurang sabar untuk menerima waktu Tuhan, kabar baiknya adalah; pada saat anda mau menerima waktu Tuhan, pada saat itu juga anda akan terlepas dari beban hidup yang penuh tekanan dan mulai masuk ke dalam hidup yang penuh damai sejahtera.

Mungkin anda memiliki kebiasaan ataupun karakter yang ingin anda ubah dan anda sudah beberapa lama berusaha namun tetap saja tidak sepenuhnya berubah. Anda perlu memahami bahwa banyak orang lain di luar sana yang mengalami hal yang sama bahkan lebih buruk dari yang anda alami. Anda tidak perlu menjadi kecewa hanya karena perubahan yang anda capai tidak sebanyak dan secepat yang anda harapkan. Anda perlu memahami bahwa dalam hal-hal tertentu dibutuhkan suatu proses. Dan saat bicara tentang proses, berarti berbicara tentang suatu rentang waktu yang bersifat relative. Dari pada anda menghitung-hitung waktu yang sudah terbuang, penting bagi anda untuk memastikan apakah anda berada dalam jalur tujuan yang benar.



Gbu all.


Sumber Facebook Cahaya Lilin Kecil